BAB. III - BUKTI BUKTI NYATA YANG MASIH ADA
BUKTI-BUKTI NYATA DI DUNIA DAN DI INDONESIA YANG MENGARAH KEPADA KEBESARAN PAJAJARAN
Sejarah Pajajaran tidak hanya tersimpan dalam catatan lisan atau Uga Wangsit Siliwangi, tetapi juga dapat ditelusuri melalui fenomena nyata di dunia dan di Nusantara.
Beberapa indikator yang dapat dijadikan petunjuk:
1. Perpecahan Wilayah
Banyak wilayah Nusantara yang dulunya merupakan satu kesatuan budaya Sunda kemudian mengalami perpecahan. Contohnya Banten dan Depok. Perpecahan ini bukan hanya secara administratif, tetapi juga dalam konteks budaya, bahasa, dan adat istiadat. Fenomena ini menunjukkan bahwa ada dinamika kekuasaan yang menyingkirkan pusat budaya lama.
2. Perubahan Bahasa dan Kosakata
Bahasa Sunda memiliki kemiripan dengan bahasa Tagalog (Filipina), Hindi (India), bahkan bahasa Rusia. Hal ini menunjukkan kemungkinan adanya penyebaran budaya Sunda melalui migrasi purba yang luas, dan menegaskan peran Pajajaran sebagai pusat peradaban Nusantara.
3. Jejak Arkeologi dan Geografis
Banyak peninggalan tersebar di seluruh Jawa Barat dan sekitarnya yang menunjukkan eksistensi Pajajaran. Sementara di daerah lain, jejak fisik mungkin sudah tertutup banjir atau bencana alam lain, namun topografi dan lokasi strategis—seperti Lembah Cawene—menjadi bukti terselubung.
4. Fenomena Banjir Besar Nusantara
Ilham batin dan beberapa catatan tradisi menceritakan bahwa Pajajaran pernah mengalami banjir dahsyat yang menenggelamkan kota modernnya, yaitu Dayeuh Pakuan Pajajaran. Peristiwa ini mirip gambaran Nabi Nuh AS atau tsunami purba, yang memaksa manusia dari berbagai bangsa menetap kembali di Nusantara karena terjebak banjir dasyat itu. Fenomena ini menjadi titik awal penyebaran peradaban manusia modern di wilayah Asia Tenggara.
5. Penyebaran Ilmu dan Budaya
Banyak kosakata, seni, dan sistem tata pemerintahan di wilayah Nusantara menunjukkan jejak Sunda atau Kasundaan. Ini mengindikasikan bahwa Pajajaran bukan hanya pusat politik, tetapi juga pusat intelektual dan spiritual yang mempengaruhi banyak kerajaan lain.
Naskah ini menekankan bahwa bukti-bukti fisik dan fenomena dunia nyata tidak bisa dipisahkan dari pengalaman batin dan pengamatan spiritual. Pajajaran bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi jejak peradaban yang memberi inspirasi dan pembelajaran hingga sekarang.
Comments
Post a Comment