BAB. IV - FASE MASA KASUNDAAN PURBA
FASE MASA KASUNDAAN PURBA (SEBELUM MASA NUSANTARA)
Bab ini menelusuri perjalanan peradaban Sunda sebelum munculnya istilah Nusantara. Kita menggunakan pendekatan amparan spiritual, rasa, firasat, dan logika sederhana untuk memahami eksistensi Pajajaran dan peradaban Sunda purba.
1. Kehilangan Dayeuh Pakuan
Berdasarkan Uga Wangsit Siliwangi, Pajajaran pernah mengalami bencana besar yang menghilangkan pusat kotanya, Dayeuh Pakuan. Hilangnya kota ini bukan karena perang biasa, tetapi akibat banjir dahsyat yang menyeret seluruh kota. Fenomena ini selaras dengan kisah banjir Nabi Nuh AS. Maka bisa jadi masa kepemimpinan Prabu Siliwangi Sri Baduga Maharaja sejaman dengan Nabi Nuh AS. Dan peristiwa yang fenomenal itu terdokumentasikan dengan abadi dalam Wangsit Siliwangi, yaitu ".....Ulah sina talangke, sabab Talaga bakal bedah"
2. Hubungan dengan Kapal Nabi Nuh AS
Tradisi dan ilham batin menunjukkan bahwa kayu jati yang digunakan untuk pembuatan kapal Nabi Nuh AS, konon berasal dari Tanah Pasundan. Ini menegaskan posisi strategis Sunda Purba sebagai pusat peradaban dan perdagangan sebagai jembatan penghubung antarbangsa pada masa itu.
3. Penyebaran Manusia Modern Purba
Banjir besar Negeri Pasundan Pajajaran menjadi awal penyebaran manusia modern ke seluruh pelosok wilayah Asia Tenggara. Proses ini diilustrasikan secara batiniah mirip dengan semut yang panik saat terusik, menggambarkan migrasi suku-suku bangsa ke tempat baru setelah mereka terjebak sekian lama oleh banjir dasyat kemudian mereka (dari segala macam bangsa) menjadi penduduk Negeri Pasundan Purba - Pajajaran dan menurunkan generasi generasi selanjutnya. Setelah muncul generasi generasi baru yang sudah modern, lalu generasi-generasi modern tersebut menyebar ke berbagai tempat di seluruh Asi Tenggara saat ini. Dan selanjutnya menyebar ke berbagai pelosok bumi dengan tujuan-tujuan tertentu. Ada yang bertujuan mencari tanah asal leluhur mereka yang mereka dapatkan dari dongeng yang diwariskan turun temurun, ada yang bertujuan bermigrasi, ada yang bertujuan membuka lahan pertanian atau perkebunan yang baru (nomaden), dan lain sebagainya.
4. Rangkaian Peradaban Sunda Purba
Dari masa Sunda Purba, terjadi fase-fase penting dalam perkembangan peradaban, yang kemudian bertransisi ke masa Nusantara. Garisan waktu batin menunjukkan kesinambungan budaya, spiritualitas, dan strategi hidup masyarakat Sunda dalam menghadapi bencana alam maupun serangan musuh.
5. Bukti Spiritual dan Fisik
Walaupun bukti fisik kadang hilang akibat bencana atau perubahan zaman, pengalaman batin, firasat, dan tradisi turun-temurun memberikan jejak yang kuat tentang eksistensi Pajajaran pada masa lampau / jaman Purba. Pendekatan ini menguatkan keyakinan bahwa Sunda Purba adalah peradaban luhur yang menyimpan banyak rahasia alam semesta.
Bukti spiritual, banyak orang-orang di Indonesia saat ini dan di masa lalu pada masa orang tua - orang tua kita masih hidup, jaman sebelum kemerdekaan Indonesia, banyak yang merasakan keberadaan Pajajaran secara Spiritualitas.
Sedangkan bukti fisik atau nyata-nya, walaupun Pajajaran itu tidak banyak meninggalkan jejak sejarah namun ada hal yang sangat kuat, yang bisa kita jadikan dugaan yang sangat kuat, yaitu aksara Sunda dengan bentuk yang masih sangat sederhana pada goresan-goresannya dibandingkan huruf-huruf dari aksara Cina, Jepang, Thailand, India, Mesir, Rusia, bahkan Yunani yang notabene Yunani ini dianggap tempat awalnya peradaban manusia. Padahal justru Yunani itu peradaban yang relatif masih muda, jika dilihat dari sisi goresan-goresan aksaranya.
Kesederhanaan dalam sistem tulisan aksara ini dapat menunjukan lamanya peradaban tersebut. Semakin sederhana aksaranya, maka bisa dipastikan semakin tua peradabanya. Hal ini sudah menjadi Sunatulloh nya manusia, karena segala macam yang dilakukan manusia pasti awal muasalnya dari hal yang sederhana dahulu, yang hal itu terjadi karena sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan otak manusia itu sendiri. Setelah itu barulah otak mulai berkembang dan berinovasi secara alami sehingga manusia akan menciptakan sesuatu yang lebih kompleks/rumit dan sempurna. Kita contohkan semua benda yang diciptakan oleh manusia yang sampai saat ini ada, yaitu
- Mobil : mobil pada awal mulanya diciptakan sangat jauh dari yang sekarang, bahkan bisa dikatakan mungkin para pencintanya pada saat itu tidak pernah terpikirkan oleh mereka akan menjadi mobil yang kita lihat saat ini yang begitu canggih.
- Benda-benda lainnya yang menunjukan awal mulanya sangat sederhana lalu mengalami proses perubahan, perkembangan dan inovasi itu hampir semua benda-benda yang ada saat ini yang menjadi benda-benda kebutuhan, fasilitas dan penunjang aktivitas hidup manusia, antara lain yaitu, motor, sepeda, pesawat terbang, kapal laut, rumah, pakaian, alas kaki, komputer, telpon dan masih banyak lagi yang jumlahnya tak terhitung.
Comments
Post a Comment