ATLANTIS PLATO, DAYEUH PAJAJARAN DAN BANJIR PURBA
Atlantis Plato, Dayeuh Pajajaran - Sunda Purba, dan Banjir Purba Jika kita menelaah kembali ucapan Plato tentang Atlantis, jelas ia sedang menggambarkan sebuah negeri agung yang tenggelam oleh banjir besar. Dalam pandangan batin, kisah itu bukanlah sekadar dongeng, melainkan gema dari sebuah kenyataan sejarah peradaban manusia. Atlantis itu sejatinya adalah Sunda Purba – tanah leluhur yang pernah menjadi pusat peradaban dunia, sebelum bencana besar meluluhlantakkannya. Banjir purba yang dikisahkan dalam kitab-kitab suci – yang kita kenal sebagai banjir Nabi Nuh ‘Alaihis Salam – dalam rasa batin ini sejalan dengan runtuhnya Atlantis versi Plato. Gelombang air maha dahsyat menenggelamkan kota-kota besar, termasuk Dayeuh Pajajaran Purba, dan memaksa manusia tercerai-berai ke seluruh penjuru dunia. Dari sinilah muncul bangsa-bangsa, bahasa-bahasa, dan suku-suku yang beraneka ragam. Sunda Purba yang hilang itu tidak berarti musnah sepenuhnya. Ia meninggalkan jejak melalui keturunan, bu...